Rabu, 21 Januari 2026

Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

 


Berikut penjelasan Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi SMK / dasar jaringan):

1. Pengertian Splicing Fiber Optic

Splicing adalah proses menyambungkan dua ujung kabel fiber optik secara permanen sehingga cahaya (sinyal optik) dapat diteruskan dengan redaman (loss) sekecil mungkin.

Berbeda dengan connector, splicing tidak bisa dilepas-pasang dan umumnya digunakan pada:

  • Backbone jaringan
  • Joint closure
  • Perpanjangan kabel fiber optik

 

2. Tujuan Splicing

Tujuan utama splicing dalam komunikasi optik adalah:

  • Menghubungkan kabel fiber optik
  • Memperpanjang jalur transmisi
  • Memperbaiki kabel fiber yang putus
  • Menjaga kualitas sinyal optik
  • Mengurangi redaman dan refleksi

 

3. Prinsip Kerja Splicing

Splicing bekerja dengan prinsip:

a. Menyelaraskan core (inti) fiber optik secara presisi

b. Menggabungkan kedua ujung fiber sehingga:

  • Cahaya tetap merambat lurus
  • Pantulan (reflection) minimal
  • Kehilangan daya (loss) sangat kecil

Semakin presisi penyambungan core, semakin kecil nilai insertion loss.

 

4. Jenis-Jenis Splicing Fiber Optic

A. Fusion Splicing (Splicing Peleburan)

Merupakan metode paling umum dan paling baik kualitasnya.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan Fusion Splicer
  • Ujung fiber dilebur dengan arc listrik
  • Loss sangat kecil (± 0,01–0,05 dB)
  • Sambungan kuat dan tahan lama

Digunakan untuk:

  • Backbone FO
  • Jaringan ISP
  • Jaringan jarak jauh

 

B. Mechanical Splicing (Splicing Mekanik)

Metode penyambungan tanpa peleburan.

Ciri-ciri:

  • Menggunakan alat mekanik dan gel optik
  • Lebih cepat dan murah
  • Loss lebih besar (± 0,2–0,5 dB)

Digunakan untuk:

  • Perbaikan darurat
  • Instalasi sementara
  • Latihan/praktikum

 

5. Komponen yang Terlibat dalam Splicing

Beberapa komponen penting dalam proses splicing:

  • Core : inti penghantar cahaya
  • Cladding : pembungkus core
  • Coating : pelindung fiber
  • Fusion Splicer
  • Fiber Cleaver
  • Stripper Fiber
  • Splice Protector (Sleeve)

 

6. Parameter Kualitas Splicing

A. Insertion Loss

Kehilangan daya akibat sambungan.

  • Standar baik: ≤ 0,1 dB
  • Semakin kecil, semakin baik

B. Return Loss

Pantulan cahaya ke arah sumber.

  • Nilai besar (dB tinggi) menandakan pantulan kecil

 

7. Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Splicing

a. Kebersihan ujung fiber
b. Ketepatan pemotongan (cleaving)
c. Keselarasan core
d. Jenis fiber (SM/MM)
e. Kualitas alat splicer
f. Keterampilan teknisi

 

8. Peran Splicing dalam Sistem Komunikasi Optik

Splicing sangat penting karena:

  • Menentukan keandalan jaringan
  • Mempengaruhi jarak transmisi
  • Berpengaruh langsung pada kecepatan dan kualitas data
  • Mengurangi gangguan dan error sinyal

 

9. Contoh Penerapan Splicing

  • Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
  • Jaringan Metro Ethernet
  • Backbone antar gedung/kota
  • Sistem komunikasi data dan internet

 

Kesimpulan

Splicing adalah proses vital dalam komunikasi optik karena berfungsi menyambungkan serat optik secara permanen dengan redaman minimal agar transmisi data tetap optimal dan stabil.


Rabu, 14 Januari 2026

TERMINASI KONEKTOR FO

Pengertian dan Fungsi Fiber Optik (FO)

Apa Itu Fiber Optik (FO)?

Fiber Optik (FO) adalah media transmisi data yang menggunakan serat kaca atau plastik untuk mengirimkan sinyal cahaya. Teknologi ini banyak digunakan dalam jaringan telekomunikasi modern karena mampu mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi dan jarak yang sangat jauh dibandingkan kabel konvensional.

Fiber optik bekerja dengan prinsip pemantulan cahaya di dalam serat, sehingga data dapat dikirim dengan tingkat kehilangan sinyal yang sangat kecil.


Fungsi Fiber Optik

Fiber optik memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya:

  1. Media transmisi internet berkecepatan tinggi

  2. Jaringan telekomunikasi (suara, data, dan video)

  3. Jaringan komputer dan data center

  4. Industri dan bidang medis


Jenis-Jenis Fiber Optik

Fiber optik terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:

  1. Single Mode Fiber (SMF)
    Digunakan untuk transmisi jarak jauh dengan satu jalur cahaya.

  2. Multi Mode Fiber (MMF)
    Digunakan untuk jarak pendek dengan banyak jalur cahaya.


    Kelebihan Fiber Optik

    Beberapa kelebihan fiber optik antara lain:

    • Kecepatan transmisi sangat tinggi

    • Tahan terhadap gangguan elektromagnetik

    • Keamanan data lebih baik

    • Lebih awet dan stabil


    Kekurangan Fiber Optik

    Selain kelebihan, fiber optik juga memiliki kekurangan, seperti:

    • Biaya instalasi relatif mahal

    • Membutuhkan teknisi khusus

    • Perawatan dan perbaikan cukup rumit


    Cara Membuat / Proses Pembuatan Fiber Optik

    1. Persiapkan Alat dan Bahan Sesuai Gambar Dibawah ini

              



    2. Langkah - Langkah : 
    1. Potong Kabel sesuai kebutuhan


     2. Pisahkan kabel yang awalnya menempel (bagian kawat sebagai penguat)




     3. Kupas kabel FO bagian Outer Jacket / Sheath (Jaket Lunar) degan panjang 4 CM





     4.     Lalu kupas bagian Cladding (Sisakan sedikit di bagian bawah atau pangkalnya)



     5. Setelah itu Bersihkan bekas Claddingnya dengan Alkohol


    6. Jangan lupa Potong ujung kabelnya sesuaikan dengan fastcon potong ujung kabelnya            pakai alat yang seperti di bawah


     7. Siapkan 2 Fastcon


     8. Masukkan Kabel yang sudah dikupas Kedalam Fastcon dengan langkah seperti di gambar



     9. Test menggunakan Light Source untuk mengecek apakah kabel sudah bisa dipakai. Jika         cahaya dari laser sudah terlihat diujungnya berarti sudah berhasil


            
     10. Setelah itu cek tegangan kabel menggunakan OPM (Optical Power Meter) disalah satu           ujung kabel dan Light Source di ujung satunya



    Hasil :
    terendah = -30
    tertinggi = -31


    Rabu, 26 November 2025

    Solusi VLSM untuk Network 192.168.10.0/25


    1. Pengertian VLSM

    2. Urutan Kebutuhan dari Terbesar ke Terkecil

    1. A → 60 host → membutuhkan minimal /26 (62 host usable)
    2. B → 24 host → membutuhkan /27 (30 usable)
    3. C → 12 host → membutuhkan /28 (14 usable)
    4. D → 5 host → membutuhkan /29 (6 usable)

    3. Diagram Visual — Alur Perhitungan VLSM

    192.168.10.0/25  (0 - 127) — total 128 alamat
    ├─ 192.168.10.0/26     (0 - 63)      → Subnet A (butuh 60 host)
    └─ 192.168.10.64/26    (64 - 127)    -- subdivide lagi
       ├─ 192.168.10.64/27   (64 - 95)     → Subnet B (butuh 24 host)
       └─ 192.168.10.96/27   (96 - 127)    -- subdivide lagi
          ├─ 192.168.10.96/28   (96 - 111)   → Subnet C (butuh 12 host)
          └─ 192.168.10.112/28  (112 - 127)  -- subdivide lagi
             ├─ 192.168.10.112/29 (112 - 119) → Subnet D (butuh 5 host)
             └─ 192.168.10.120/29 (120 - 127) → Sisa (cadangan)
    

    4. Tabel Hasil Alokasi Subnet

    Subnet Prefix Network Usable Range Broadcast Total Addr Usable Hosts
    Subnet A /26 192.168.10.0 192.168.10.1 - 192.168.10.62 192.168.10.63 64 62
    Subnet B /27 192.168.10.64 192.168.10.65 - 192.168.10.94 192.168.10.95 32 30
    Subnet C /28 192.168.10.96 192.168.10.97 - 192.168.10.110 192.168.10.111 16 14
    Subnet D /29 192.168.10.112 192.168.10.113 - 192.168.10.118 192.168.10.119 8 6

    5. Ringkasan Alokasi

    • Subnet A → 192.168.10.0/26
    • Subnet B → 192.168.10.64/27
    • Subnet C → 192.168.10.96/28
    • Subnet D → 192.168.10.112/29

    6. Kesimpulan

    Dengan menggunakan VLSM, seluruh kebutuhan host dapat terpenuhi tanpa pemborosan IP. Sisa blok kecil (192.168.10.120/29) dapat digunakan sebagai cadangan jaringan.

    Prinsip Kerja & Teknologi Fiber Optic

    Bagaimana Fiber Optic Mengirim Data

    Data dikirim melalui fiber optic dengan mengubah sinyal listrik menjadi sinyal cahaya melalui pemancar optik (LED atau laser). Cahaya ini kemudian merambat melalui inti kabel (core) dan dipantulkan terus-menerus oleh lapisan cladding, berkat perbedaan indeks bias — fenomena ini disebut Total Internal Reflection.

    Pada ujung penerima, detektor optik (photodiode) mengubah sinyal cahaya kembali menjadi sinyal listrik, sehingga data bisa dibaca oleh komputer atau perangkat komunikasi.

    Keunggulan Prinsip Ini

    • Transmisi cahaya dalam serat memungkinkan jarak jauh tanpa banyak kehilangan sinyal, jika fiber berkualitas baik.
    • Cahaya tidak terpengaruh oleh gangguan elektromagnetik, sehingga koneksi lebih stabil.

    Teknologi Modern dalam Fiber Optic

    Seiring perkembangan, fiber optic tidak hanya sebatas kabel saja — ada teknologi lanjutan seperti:

    • Multiple wavelength / multiplexing: teknik untuk mengirim beberapa sinyal cahaya (pada panjang gelombang berbeda) secara bersamaan melalui satu serat, memperbesar kapasitas data. (misalnya dalam infrastruktur backbone atau data center) 
    • Berbagai tipe kabel dan struktur: indoor, outdoor, armoured, aerial, bahkan kabel untuk instalasi FTTH — agar sesuai lingkungan dan kebutuhan penggunaan.
    • Kompatibilitas dengan perangkat modern: penggunaan transceiver laser, modul, splitter / splitter optik, dan perangkat jaringan yang mendukung kecepatan tinggi.

    Kenapa Penting Memahami Teknologi Ini

    Dengan memahami prinsip kerja dan teknologi fiber optic, kita bisa lebih tepat memilih jenis kabel & peralatan yang sesuai — menghasilkan jaringan yang cepat, andal, dan tahan lama. Ini penting terutama untuk penggunaan skala besar, backbone, ISP, atau jaringan FTTH.


    Referensi:

    Cara Memilih Kabel Fiber Optic yang Sesuai

    Memilih kabel fiber optic tidak bisa sembarangan — kabel yang tepat tergantung kebutuhan jarak, lingkungan instalasi, dan rencana penggunaan jangka panjang. Berikut panduan singkat untuk membantu menentukan pilihan terbaik.

    Langkah 1: Tentukan Jarak Transmisi

    • Untuk jarak jauh (misalnya backbone antar kota/ISP, antar-gedung jauh): pilih Single-mode, karena inti kecil & mampu mentransmisikan data puluhan hingga ratusan kilometer.
    • Untuk jarak pendek atau dalam satu gedung/kampus, Multimode sudah cukup dan lebih ekonomis.

    Langkah 2: Kenali Lingkungan Instalasi

    • Di dalam ruangan ⇒ gunakan kabel **Indoor**, yang lebih fleksibel dan mudah diatur. 
    • Untuk luar ruangan / outdoor / backbone ⇒ pilih kabel **Outdoor** atau **Armoured**, dengan jaket pelindung terhadap cuaca, air, dan gangguan mekanik.Jika kabel dipasang di udara (tiang, gantung) ⇒ pilih kabel **aerial / self-supporting**. 

    Langkah 3: Perhatikan Komponen Pelindung & Kualitas

    • Bahan pelindung — jaket kabel bisa PVC untuk indoor, atau LSZH / armoured untuk keamanan lebih di lingkungan industri / outdoor.
    • Cek spesifikasi teknis — diameter core, jenis fiber, loss/dB per km (jika tersedia), rating lingkungan (outdoor/indoor), dan kompatibilitas konektor dengan perangkat.
    • Pilih kabel dari produsen/brand terverifikasi supaya kualitas fiber dan jacket terjamin. Langkah 4: Pertimbangkan Rencana Penggunaan di Masa Depan

    Kalau kamu berencana upgrade kecepatan internet, memperluas jaringan, atau menambah saluran data: pilih kabel dengan spesifikasi “lebih dari cukup” — misalnya single-mode untuk fleksibilitas jarak jauh, atau kabel dengan jumlah serat (core) banyak untuk keperluan ekspansi.

    Kenapa Pemilihan Kabel Itu Penting

    Kabel yang tidak sesuai bisa menyebabkan performa buruk, sinyal drop, atau biaya lebih tinggi karena harus diganti ulang. Dengan memilih secara tepat sejak awal, kamu menjamin keandalan jaringan dan menghemat biaya jangka panjang.


    Referensi:

    Jenis-Jenis Kabel Fiber Optic

    Berdasarkan Mode Transmisi

    Secara umum kabel fiber optic dibagi menjadi dua jenis utama:

    • Single-mode (SMF): serat dengan inti kecil (~9 mikrometer), hanya memungkinkan satu jalur cahaya melewati inti, cocok untuk transmisi jarak jauh.
    • Multimode (MMF): serat dengan inti lebih besar (50–62.5 mikrometer), memungkinkan banyak jalur cahaya — cocok untuk jarak pendek seperti dalam gedung, kampus, atau data center.

    Berdasarkan Struktur & Aplikasi

    Kabel fiber optic juga bisa dibedakan berdasarkan struktur fisik dan tujuan pemasangan:

    • Indoor cable: fleksibel dan ringan, cocok untuk pemasangan dalam ruangan. 
    • Outdoor cable: memiliki pelindung jaket yang tahan cuaca, air, dan gangguan lingkungan — cocok untuk pemasangan luar ruangan atau backbone. 
    • Armoured / protected cable: khusus untuk area yang mungkin mendapat tekanan fisik, atau kabel ditanam di tanah / area beresiko.
    • Aerial / self-supporting cable: untuk pemasangan di tiang atau udara — sering digunakan di lingkungan perkotaan / antar-gedung.

    Keterangan Tambahan

    Berbagai standar multimode (OM1, OM2, OM3, OM4, OM5) menunjukkan perbedaan kapasitas, jarak, dan kompatibilitas dengan perangkat modern — penting diperhatikan saat memilih kabel untuk data center atau jaringan LAN. 


    Referensi:

    Memahami Jaringan Fiber Optic

    Fiber Optic (serat optik) adalah media transmisi data yang menggunakan cahaya untuk mengirimkan informasi melalui serat kaca atau plastik yang sangat tipis dan transparan. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

    Komponen Serat Optik

    • Core (inti): bagian tengah serat yang membawa cahaya.
    • Cladding: lapisan di sekitar core yang memiliki indeks bias lebih rendah — menjaga cahaya tetap terperangkap di core.
    • Coating / buffer / jacket: pelindung tambahan yang menjaga serat dari kerusakan mekanik, kelembaban, atau gangguan lingkungan.

    Keunggulan Jaringan Fiber Optic

    • Transmisi data menggunakan cahaya memungkinkan kecepatan dan kapasitas bandwidth yang besar. 
    • Karena sinyal berbasis cahaya, fiber optic tahan terhadap gangguan elektromagnetik — lebih stabil dibanding kabel tembaga di lingkungan yang bising.
    • Dapat mengirim data jarak jauh tanpa kehilangan besar (tergantung jenis kabel dan kualitas instalasi). 

    Kekurangan / Hal yang Perlu Diperhatikan

    • Instalasi awal bisa lebih mahal dibanding kabel tembaga biasa.
    • Penanganan serat optic harus hati-hati — serat bisa rapuh jika ditekuk terlalu tajam atau dipasang asal.
    • Membutuhkan peralatan khusus untuk penyambungan dan terminasi (connector, fusion/splicing, tester).

    Kesimpulan

    Jaringan fiber optic adalah solusi modern untuk kebutuhan transmisi data yang cepat, stabil, dan jarak jauh — cocok untuk backbone internet, koneksi antar-gedung, maupun instalasi FTTH. Namun pastikan perencanaan dan instalasinya dilakukan dengan benar agar performa maksimal.


    Referensi:

    Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

      Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi...