Pengertian VLSM
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting lanjutan yang memungkinkan kita membagi jaringan IP dengan subnet mask yang berbeda-beda sesuai kebutuhan jumlah host di setiap jaringan.
Dengan kata lain, VLSM memungkinkan efisiensi penggunaan alamat IP karena tidak semua subnet harus memiliki ukuran yang sama.
Mengapa VLSM Diperlukan?
Sebelum ada VLSM, subnetting menggunakan FLSM (Fixed Length Subnet Mask) — artinya semua subnet memiliki jumlah host yang sama meskipun tidak dibutuhkan sebanyak itu.
Akibatnya banyak alamat IP terbuang sia-sia.
Dengan VLSM, kita bisa menyesuaikan mask dan ukuran subnet untuk setiap jaringan, sehingga:
-
Alamat IP lebih hemat.
-
Pengelolaan jaringan lebih efisien.
-
Topologi kompleks bisa diatur lebih fleksibel.
Cara Kerja VLSM
Secara umum, langkah-langkah melakukan subnetting dengan VLSM adalah:
1. Tentukan jumlah host untuk setiap subnet
Misalnya kamu punya jaringan 192.168.10.0/24 dan ingin membaginya menjadi subnet dengan kebutuhan host berikut:
-
Subnet A: 50 host
-
Subnet B: 20 host
-
Subnet C: 10 host
-
Subnet D: 5 host
2. Urutkan dari kebutuhan host terbesar ke terkecil
A (50 host)
B (20 host)
C (10 host)
D (5 host)3. Tentukan subnet mask yang sesuai tiap kebutuhan
Gunakan rumus:
Jumlah host = 2^(jumlah bit host) – 2
| Kebutuhan | Bit host | Subnet Mask | Prefix | Jumlah Host |
|---|---|---|---|---|
| 50 host | 6 | 255.255.255.192 | /26 | 62 |
| 20 host | 5 | 255.255.255.224 | /27 | 30 |
| 10 host | 4 | 255.255.255.240 | /28 | 14 |
| 5 host | 3 | 255.255.255.248 | /29 | 6 |
4. Alokasikan alamat IP secara berurutan
Mulai dari network terkecil:
| Subnet | Network ID | Prefix | Range IP | Broadcast |
|---|---|---|---|---|
| A | 192.168.10.0 | /26 | 192.168.10.1 – 192.168.10.62 | 192.168.10.63 |
| B | 192.168.10.64 | /27 | 192.168.10.65 – 192.168.10.94 | 192.168.10.95 |
| C | 192.168.10.96 | /28 | 192.168.10.97 – 192.168.10.110 | 192.168.10.111 |
| D | 192.168.10.112 | /29 | 192.168.10.113 – 192.168.10.118 | 192.168.10.119 |
Sisa IP bisa digunakan untuk subnet lain jika masih tersedia (192.168.10.120 – 192.168.10.255).
Contoh Implementasi
Misalkan pada sebuah perusahaan:
-
Divisi HR: 50 host
-
Divisi Finance: 20 host
-
Divisi IT: 10 host
-
Divisi Marketing: 5 host
Jika menggunakan FLSM, semuanya akan menggunakan mask yang sama, misalnya /26, sehingga setiap subnet memiliki 62 host walau hanya butuh 5 — banyak IP terbuang.
Namun dengan VLSM, tiap divisi mendapat subnet mask berbeda sesuai kebutuhan.
Keuntungan VLSM
- Efisiensi alokasi IP (tidak boros alamat).
- Lebih fleksibel untuk jaringan besar dan kompleks.
- Dapat digunakan bersama routing dinamis seperti OSPF atau EIGRP.
Kekurangan VLSM
- Perhitungan lebih rumit dibanding FLSM.
- Harus hati-hati dalam pengalokasian agar tidak ada overlap antar subnet.
- Tidak semua protokol routing mendukung (contohnya RIPv1 tidak mendukung, tapi RIPv2, OSPF, dan EIGRP mendukung).
Kesimpulan
VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting yang menggunakan mask berbeda pada setiap subnet agar penggunaan IP lebih efisien.
Dengan VLSM, jaringan dapat dirancang lebih fleksibel dan optimal sesuai kebutuhan tiap segmen jaringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar