Kamis, 30 Oktober 2025

Memahami Wildcard: Fungsi, Rumus, dan Contoh dalam Jaringan Komputer

Pengertian Wildcard

Wildcard adalah kombinasi angka yang digunakan untuk membedakan jaringan (network) dan host dalam subnet mask, biasanya dipakai dalam konfigurasi Access Control List (ACL) di perangkat jaringan seperti Cisco Router.

Wildcard bekerja berlawanan dengan subnet mask:

  • Pada subnet mask, angka 1 berarti bagian jaringan (network) dan angka 0 berarti bagian host.

  • Sedangkan pada wildcard mask, justru dibalik:

    • 0 → bit harus sama persis (match)

    • 1 → bit boleh berbeda (don’t care)

Rumus Wildcard

Wildcard bisa didapat dari subnet mask dengan cara:

Wildcard = 255.255.255.255 − Subnet Mask

Contoh Perhitungan

Misalnya subnet mask = 255.255.255.0

Maka:

255.255.255.255
- 255.255.255.0
----------------
=   0.0.0.255

Jadi wildcard mask = 0.0.0.255

Fungsi Wildcard

Wildcard sering digunakan dalam konfigurasi ACL untuk menentukan:

  • IP mana yang diizinkan atau ditolak.

  • Range IP tertentu yang boleh diakses.

Contoh Penggunaan di Cisco Router

access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255

Artinya:

  • Izinkan semua host dari jaringan 192.168.1.0 dengan range 192.168.1.0 – 192.168.1.255.

Contoh lain:

access-list 20 deny 192.168.1.10 0.0.0.0

Artinya:

  • Tolak satu IP saja, yaitu 192.168.1.10, karena wildcard 0.0.0.0 berarti semua bit harus sama persis.

Tabel Ringkasan Wildcard Umum

Subnet Mask Wildcard Mask Jumlah Host yang Dicakup
255.255.255.0 0.0.0.255 256 IP (1 subnet)
255.255.255.128 0.0.0.127 128 IP
255.255.255.252 0.0.0.3 4 IP
255.255.0.0 0.0.255.255 65.536 IP

Kesimpulan

  • Wildcard adalah kebalikan dari subnet mask.

  • Digunakan untuk menentukan pola alamat IP yang boleh atau tidak boleh diakses dalam ACL.

  • Nilai 0 = harus sama, 1 = boleh berbeda.

Table XI TJKT 1B

521 526 531 536
522 527 532 537
523 528 533 538
524 529 534 539
525 530 535 540

 

Rabu, 29 Oktober 2025

Mengenal Konsep dan Manfaat VLSM (Variable Length Subnet Mask)

 


Pengertian VLSM

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah teknik subnetting lanjutan yang memungkinkan kita membagi jaringan IP dengan subnet mask yang berbeda-beda sesuai kebutuhan jumlah host di setiap jaringan.

Dengan kata lain, VLSM memungkinkan efisiensi penggunaan alamat IP karena tidak semua subnet harus memiliki ukuran yang sama.

Mengapa VLSM Diperlukan?

Sebelum ada VLSM, subnetting menggunakan FLSM (Fixed Length Subnet Mask) — artinya semua subnet memiliki jumlah host yang sama meskipun tidak dibutuhkan sebanyak itu.
Akibatnya banyak alamat IP terbuang sia-sia.

Dengan VLSM, kita bisa menyesuaikan mask dan ukuran subnet untuk setiap jaringan, sehingga:

  • Alamat IP lebih hemat.

  • Pengelolaan jaringan lebih efisien.

  • Topologi kompleks bisa diatur lebih fleksibel.

Cara Kerja VLSM

Secara umum, langkah-langkah melakukan subnetting dengan VLSM adalah:

1. Tentukan jumlah host untuk setiap subnet

Misalnya kamu punya jaringan 192.168.10.0/24 dan ingin membaginya menjadi subnet dengan kebutuhan host berikut:

  • Subnet A: 50 host

  • Subnet B: 20 host

  • Subnet C: 10 host

  • Subnet D: 5 host

2. Urutkan dari kebutuhan host terbesar ke terkecil

A (50 host)
B (20 host)
C (10 host)
D (5 host)

3. Tentukan subnet mask yang sesuai tiap kebutuhan

Gunakan rumus:
Jumlah host = 2^(jumlah bit host) – 2

Kebutuhan Bit host Subnet Mask Prefix Jumlah Host
50 host 6 255.255.255.192 /26 62
20 host 5 255.255.255.224 /27 30
10 host 4 255.255.255.240 /28 14
5 host 3 255.255.255.248 /29 6

4. Alokasikan alamat IP secara berurutan

Mulai dari network terkecil:

Subnet Network ID Prefix Range IP Broadcast
A 192.168.10.0 /26 192.168.10.1 – 192.168.10.62 192.168.10.63
B 192.168.10.64 /27 192.168.10.65 – 192.168.10.94 192.168.10.95
C 192.168.10.96 /28 192.168.10.97 – 192.168.10.110 192.168.10.111
D 192.168.10.112 /29 192.168.10.113 – 192.168.10.118 192.168.10.119

Sisa IP bisa digunakan untuk subnet lain jika masih tersedia (192.168.10.120 – 192.168.10.255).

Contoh Implementasi

Misalkan pada sebuah perusahaan:

  • Divisi HR: 50 host

  • Divisi Finance: 20 host

  • Divisi IT: 10 host

  • Divisi Marketing: 5 host

Jika menggunakan FLSM, semuanya akan menggunakan mask yang sama, misalnya /26, sehingga setiap subnet memiliki 62 host walau hanya butuh 5 — banyak IP terbuang.
Namun dengan VLSM, tiap divisi mendapat subnet mask berbeda sesuai kebutuhan.

Keuntungan VLSM

  • Efisiensi alokasi IP (tidak boros alamat).
  • Lebih fleksibel untuk jaringan besar dan kompleks.
  • Dapat digunakan bersama routing dinamis seperti OSPF atau EIGRP.

Kekurangan VLSM

  • Perhitungan lebih rumit dibanding FLSM.
  • Harus hati-hati dalam pengalokasian agar tidak ada overlap antar subnet.
  • Tidak semua protokol routing mendukung (contohnya RIPv1 tidak mendukung, tapi RIPv2, OSPF, dan EIGRP mendukung).

Kesimpulan

VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting yang menggunakan mask berbeda pada setiap subnet agar penggunaan IP lebih efisien.
Dengan VLSM, jaringan dapat dirancang lebih fleksibel dan optimal sesuai kebutuhan tiap segmen jaringan.


Rabu, 22 Oktober 2025

Penghitungan Subnetting ---- HTML

Gambar 348. Subnetting


Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting, Siapa Takut? dan memahami konsep Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. 

Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. 

Daftar 5 Perusahaan Beserta IP Address, Kelas IP, dan Subnet Mask dengan Prefik /12

Daftar 5 Perusahaan — IP, Kelas, dan Subnet (/12)

Tabel menampilkan IP contoh, kelas IP, prefix /12, subnet mask, network & broadcast untuk masing-masing /12, serta jumlah host usable.

IP Perusahaan dengan prefix /12
Perusahaan IP contoh Kelas IP Prefix Subnet mask (/12) Network (/12) Broadcast (/12) Host usable
Google 8.8.8.8 A /12 255.240.0.0 8.0.0.0 8.15.255.255 1.048.574
Microsoft 13.107.21.200 A /12 255.240.0.0 13.96.0.0 13.111.255.255 1.048.574
Amazon (AWS) 52.95.110.1 A /12 255.240.0.0 52.80.0.0 52.95.255.255 1.048.574
Meta (Facebook) 31.13.71.36 A /12 255.240.0.0 31.0.0.0 31.15.255.255 1.048.574
Apple 17.172.224.47 A /12 255.240.0.0 17.160.0.0 17.175.255.255 1.048.574

Kamis, 16 Oktober 2025

CLASS IP ADDRESS PERUSAHAAN

Tabel IP Perusahaan — 15 Contoh

No Nama Perusahaan Alamat IP Kelas Subnet Mask Keterangan
1PT Telkom Indonesia36.72.45.10A255.0.0.0Perusahaan telekomunikasi nasional
2PT Garuda Indonesia103.15.23.7A255.0.0.0Maskapai penerbangan nasional
3PT Bank Central Asia (BCA)125.160.22.11A255.0.0.0Perusahaan perbankan
4PT Astra International139.192.5.8B255.255.0.0Otomotif dan manufaktur
5PT Pertamina152.118.25.9B255.255.0.0Energi dan minyak nasional
6PT Indofood Sukses Makmur180.245.66.14B255.255.0.0Industri makanan
7PT Gojek Indonesia103.255.200.5A255.0.0.0Teknologi transportasi digital
8PT Tokopedia203.190.240.18C255.255.255.0E-commerce
9PT Bukalapak202.52.146.10C255.255.255.0E-commerce lokal
10PT PLN (Persero)180.250.1.6B255.255.0.0Layanan listrik nasional
11PT Freeport Indonesia118.98.56.9A255.0.0.0Tambang dan mineral
12PT Unilever Indonesia203.77.220.3C255.255.255.0Produk konsumen
13PT XL Axiata Tbk112.215.198.5A255.0.0.0Telekomunikasi
14PT Bank Mandiri Tbk103.17.180.9A255.0.0.0Layanan perbankan
15PT Kimia Farma202.137.11.12C255.255.255.0Industri farmasi

Rabu, 01 Oktober 2025

524, 529 Komunikasi Optik 2 Mencari IP Address ISP

A. Pendahuluan

Dalam jaringan komputer, perangkat yang berfungsi:

* *HTB (Host to Box / Media Converter): biasanya digunakan untuk mengubah **arus listrik (sinyal listrik/LAN)* menjadi *sinyal optik (fiber optic)*.
* Untuk arah sebaliknya, yaitu *dari optik menjadi listrik, perangkat yang digunakan juga disebut **Media Converter* (kadang disebut *Optical Fiber Converter* atau *Fiber to Ethernet Converter*).

👉 Jadi, nama konverternya tetap *Media Converter, hanya saja konfigurasinya adalah **Optical to Electrical Converter (O/E Converter)*.

B. Alat dan Bahan

1. Access Point & ISP



2. Kabel UTP



3. Adaptor HTB



4. HTB



5. Fiber to Ethernet Converter



6. Kabel Fiber Optik



7. LAN Adaptor (Jika Dibutuhkan)




C. Langkah-langkah






Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik

  Berikut penjelasan  Konsep Dasar Splicing dalam Komunikasi Optik  yang disusun ringkas, sistematis, dan mudah dipahami (cocok untuk materi...